Sistem Informasi 2B



SISTEM INFORMASI ORGANISASI SUATU SISTEM 
di PT LOTTE MART WHOLESALE


Kelompok 2 (Kelas 2B)    

                  Ketua Kelompok        :              Mochamad Fadhil A          /1703015124

                  Anggota Kelompok    :
                                                                    Djoko Kurniyanto             / 1703015037
                                                                    Yustika Ramadhani            / 1703015226
                                                                    Agung Novian                   / 1703015103
                                                                    Dewi Atikah                      / 1703015089  
                                                                    Bunga Salsabila                 / 1703015076
                                                                    Jihan Ngestu H.P.              / 1703015111
                                                                    Pradika Rahmawan           / 1703015116
                                                                    Yoga Firjatullah                 / 1703015020
                                                                    M, Fachrizal S                  / 1703015073
                                   


                                           Dosen : Zuhri Halim,  M.Kom


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI INFORMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA 
                                  2018                                     
    


                    
BAB 1
Sumber Daya Ekonomi


A.    Orang
Manusia/ma·nu·sia/ n makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologisrohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Orang-orang yang berkerja di perusahaan PT. Lotte Mart Wholesale, rata-rata umurnya 19thn-43thn, dan kebanyakan lulusan SMA dan SMK, untuk lulusan Strata 1 dapat ditempatkan di Leader Divisi secara bertahap. Orang-orang yang berkerja di perusahaan PT. Lotte Mart Wholesale ±100 orang. ±80 SPG dan SPM adalah pekerja yang bekerja sama dengan vendor-vendor produk yang dijual di PT. Lotte Mart Wholesale dan tugas mereka sebagai penanggung jawab atas sirkulasi penjualan produknya.

B.     Uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Secara kesimpulan, uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.
Pertama kali PT. Lotte Mart Wholesale bernama Makro Indonesia pada tahun 1992 yang memiliki modal awal pribadi dan berhasil berkembang hingga memiliki banyak cabang. Pada tahun 2008, 100% saham dijual kepada Lotte Mart dan hingga saat ini, saham tersebut dipegang penuh oleh Lotte Mart yang dimiliki oleh orang Korea Selatan.



C.     Bahan Baku
Bahan baku adalah bahan yang digunakan dalam membuat produk di mana bahan tersebut secara menyeluruh tampak pada produk jadinya (atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang). Sedangkan biaya bahan baku adalah seluruh biaya untuk memperoleh sampai dengan bahan siap untuk digunakan yang meliputi harga bahan, ongkos angkut, penyimpanan dan lain–lain.
Arti dari bahan baku adalah menurut KBBI:
Bahan untuk diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi; bahan kebutuhan pokok untuk membuat sesuatu. Bahan Baku dasarnya adalah bahan-bahan untuk membuat produk primer, sekunder, dan tersier, karena pada perusahaan PT. Lotte Mart Wholesale adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang marketing atau pemasaran, perusahaan grosir yang menyediakan  banyak barang untuk langsung ke distributor, pengecer, dan bahkan ke konsumen langsung.

D.    Mesin
Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan atau alat membantu mempermudah pekerjaan manusia. Biasanya membutuhkan sebuah masukan sebagai pelatuk, mengirim energi yang telah diubah menjadi sebuah keluaran, yang melakukan tugas yang telah disetel. Mesin dalam bahasa Indonesia sering pula disebut dengan sebutan pesawat, contoh pesawat telepon untuk tejemahan bahasa Inggris telephone machine. Namun belakangan kata pesawat cenderung mengarah ke kapal terbang.
Mesin telah mengembangkan kemampuan manusia sejak sebelum adanya catatan tertulis. Perbedaan utama dari alat sederhana dan mekanisme atau pesawat sederhana adalah sumber tenaga dan mungkin pengoperasian yang bebas. Istilah mesin biasanya menunjuk ke bagian yang bekerja bersama untuk melakukan kerja. Biasanya alat-alat ini mengurangi intensitas gaya yang dilakukan, mengubah arah gaya, atau mengubah suatu bentuk gerak atau energi ke bentuk lainnya.
Mesin yang di gunakan pada perusahaan PT. Lotte Mart Wholesale adalah berupa mesin yang berfungsi untuk memudahkan dalam suatu bisnis marketing besar seperti forklift, hydraulic hand truck, timbangan digital, mesin kasir, scanner, dll.
Alat-alat display yang di gunakan pada PT. Lotte Mart Wholesale sebagai berikut;
·         Gondola adalah pelaratan display yang terdiri atas shelving atau rak panjang secara utuh.
·         Showcase adalah alat panjang berupa etalase untuk penjualan daging
·         Chelving adalah alat pemajang yang merupakan bagian dari gondola yang biasa disebut rak.
·         Showcase chiler adalah tempat pemajangan buah, daging, sayur, dairy dan sebagainya
·         Wagon adalah boks besar untuk menyimpan produk yang sedang promo ataupun diskon
·         Frozen Island adalah sarana panjang untuk produk beku seperti ice cream, sayuran, chiken nugget, dan sebagainya
·         Single Book adalah berupa gantungan, biasanya digunakan untuk pemanjangan produk seperti sikat gigi, sosis, snack, dan sebagainya
·         End Gondola adalah gondola akhir yang paling ujung dan untuk disewakan
·         Hambalan ialah kayu yang letaknya dibawah sebagai dasar untuk peralatan display
            Gambar Mesin-Mesin yang ada pada PT. Lotte Mart Wholesale:
Ø  Forklift
Adalah mobil berjalan atau kendaraan yang memiliki dua garpu yang bisa digunakan untuk mengangkat pallete.

Ø  Hydraulic Hand Trucks
Jenis alat ini digunakan untuk memindahkan barang, tapi dilengkapi dengan mekanisme pengangkat secara hydraulic.

Ø  Mesin Kasir
Mesin Kasir atau Mesin Daftar Tunai merupakan sebuah perangkat mekanik atau elektonik untuk menghitung dan menghimpun transaksi penjualan serta dilengkapi laci tunai untuk menyimpan uang.
Ø  Timbangan Digital
Adalah alat pengukur massa yang dapat di operasikan dengan adanya arus listrik.


E.     Fasilitas
Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah upaya dan memperlancar kerja dalam rangka mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai . Dengan adanya fasilitas yang memadai yang diberikan oleh kantor,  akan membuat karyawan menjadi lebih giat lagi dalam melakukan pekerjaannya masing masing. 
Sebenarnya kegiatan penjualan tidak berakhir pada saat pesanan dari pembeli telah dipenuhi, tetapi juga dengan memberikan fasilitas kepada mereka.
Kotler (1997:146) mengartikan fasilitas sebagai segala sesuatu yang telah disediakan oleh perusahaan untuk konsumen yang dapat memberikan kenyamanan, keamanan, kemudahan dan kepuasan.
Pemberian fasilitas memegang peranan yang penting dalam perkembangan perusahaan, dimasa-masa yang akan datang. Karenanya perusahaan jasa perlu memberikan fasilitas yang sebaik-baiknya kepada konsumennya. Tujuan dari fasilitas adalah untuk mencapai tingkat kepuasan konsumen dan diharapkan konsumen akan mau untuk mengulangi lagi membeli jasa yang disediakan oleh perusahaan. Dengan begitu perusahaan telah membentuk suatu kesan yang baik terhadap konsumen sehingga mendorong mereka agar mau berhubungan dengan perusahaan setiap kali mereka membutuhkan jasa yang ada pada perusahaan.
Fasilitas yang di sediakan untuk karyawan ditunjukan untuk kesejahteraan karyawan ketika waktu operasional bekerja. Seperti kamar mandi, UKS, P3K, kantin pribadi, loker, ruang rapat, parkiran khusus karyawan, dll.

F.      Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu perubahan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, energi adalah daya atau kekuatan yang diperlukan untuk melakukan berbagai proses kegiatan. Energi yang digunakan adalah energi mesin dan energi manual atau energi manusia. Dua energi tersebut saling berkaitan untuk melancarkan kegiatan bekerja dalam bidang marketing dan pemasaran yang berfungsi untuk melayani konsumen, dll.

G.    Data
Adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat. Menurut Webster New World Dictionarypengertian data adalah things known or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap. Diketahui artinya yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti). Data dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Data bisa juga didefinisikan sebagai sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari pengamatan (obsevasi) suatu objek. Data yang baik adalah data yang bisa dipercaya kebenarannya (reliable), tepat waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas atau bisa memberikan gambaran tentang suatu masalah secara menyeluruh merupakan data relevan.
Data dalam perusahaan berupa mengenai data barang yang masuk dan yang keluar karena perusahaan tersebut bergerak di bidang marketing atau pemasaran. Dimana barang yang dijual berupa produk atau barang, bukan berupa jasa. Produk barang dibagi menjadi dua yaitu fresh food, non-fresh food, dan furniture.







Bagan Susunan Organisasi
PT. Lotte Mart Wholesale




No
Nama Divisi
Tugas Divisi
1.
Store General Manager (SGM)
1       Lebih fokus pada kegiatan operasional
2.     Membuat strategi pengelolaan team
3.     Mengontrol tugas dan tanggung jawab masing-masing divisi manager
4.     Mengoptimalkan efisiensi
5.     Mencapai sales target
2.
Assistant General Manager (AGM)
1.     Lebih fokus pada kegiatan operasional
2.     Membuat strategi pengelolaan team
3.     Mengontrol tugas dan tanggung jawab masing-masing divisi manager
4.     Mengoptimalkan efisiensi
5.     Mencapai sales target
3.
Divisi Human Resources (HRD)
1.     Melayani kebutuhan karyawan
2.     Merekrut karyawan
3.     Menggaji karyawan
4.     Mengontrol kehadiran karyawan
4. 
Divisi Administration Logistic Center (ALC)
1.     Menangani perbaikan pada komputer
2.     Mengelola barang-barang keperluan Lotte Mart
3.     Mengecek kondisi barang sebelum dan sesudah masuk gudang
4.     Melakukan order atau permintaan barang dari supplier.
5.     Mengelola penggunaan kebutuhan keuangan toko.
5.
Divisi Customer Development (CD)
1.     Mendapatkan customer baru, mempertahan customer yang ada
2.     Melayani pendaftaran anggota baru
3.     Menginput data anggota baru
4.     Paging (panggilan) untuk karyawan, pengunjung dan promosi produk Lotte.
5.     Melayani penitipan barang
6.     Menangani komplen atau pertanyaan dari customer.
7.     Mengeluarkan nota return untuk pengembalian barang.
6.
Divisi Check Out (CO) atau Cashier
1.     Menangani transaksi pembelanjaan customer
2.     Membantu customer memberikan penjelasan mengenai sistem belanja di Lotte Mart
7.
Divisi Good Receiving (GR)
1.     Menerima barang yang dikirim dari supplier
2.     Mengecek barang sebelum dan sesudah masuk gudang
3.     Mengecek surat jalan dari supplier
4.     Me-return (mengembalikan) barang yang rusak kepada supplier
8.
Divisi Fresh Food
1.     Men-display barang
2.     Mengecek harga barang
3.     Mengecek barang kadaluarsa
4.     Melakukan kontrol kualitas barang
5.     Menjaga ketersediaan barang
9.
Divisi Dry Food
1.     Men-display barang
2.     Mengecek harga barang
3.     Mengecek barang kadaluarsa
4.     Melakukan kontrol kualitas barang
5.     Menjaga ketersediaan barang
10.
Divisi Non-Food
1.     Men-display barang
2.     Mengecek harga barang
3.     Mengecek barang kadaluarsa
4.     Melakukan kontrol kualitas barang
5.     Menjaga ketersediaan barang



BAB 2
Proses Bisnis


A.    Segmentasi Pasar
Menurut para ahli adalah sebuah proses yang memiliki sistem dan design manajerial untuk menciptakan, menawarkan atau menukarkan produk miliknya dengan produk milik orang lain. Dengan kata lain, sebuah pemasaran merupakan langkah awal dari kegiatan jual beli ataupun bisnis yang dirancang dan disusun menggunakan strategi atau rencana untuk menentukan harga, mempromosikan barang, serta dapat memuaskan kebutuhan konsumen selaku pembeli. Selain untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen, pemasaran juga akan memberikan dampak positif terhadap penjual atau produsen karena dengan meningkatnya pemasaran yang dilakukan maka kegiatan bisnis juga akan terus terjaga dan memberikan kenaikan ekonomi yang signifikan. Target pasar yang dituju oleh PT. Lotte Mart Wholesale adalah distributor, pengecer, dan konsumen, seperti warung-warung kecil atau agen grosir.

B.     Kembangkan
Marketing merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan ketika menjalankan sebuah usaha, baik usaha baru maupun usaha lama yang telah dirintis bertahun-tahun lamanya. Sebelum menjalankan marketing, pertama kali yang harus dilakukan adalah menentukan konsep marketing serta strategi pemasaran yang efektif dalam menjual produk kita.
Dengan banyaknya usaha kecil yang bermunculan saat ini, maka perlu adanya strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik minat para konsumen. Meskipun sulit, namun jika fokus dalam merencanakan strategi pemasaran tersebut, maka tidak mungkin usaha kecil dapat tumbuh berkembang menjadi besar.
Pada umumnya, usaha kecil mempunyai anggaran marketing yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan usaha berskala besar. Dengan anggaran yang minim tersebut tentunya Anda harus lebih kreatif dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat. Nah, berikut ini adalah cara yang dapat Anda lakukan dalam mengoptimalkan pemasaran meskipun dengan dana yang terbatas:
·         Melakukan kerja sama dengan pengusaha atau rekan Anda dalam pemasangan iklan, seperti mengirimkan penawaran produk kepada para pelanggan atau memberikan potongan harga bagi pembelian paket tertentu.
·         Memperkenalkan produk dan usaha Anda melalui beberapa media gratis. Hal ini bertujuan untuk membantu pencarian para konsumen mengenai produk apa saja yang Anda tawarkan, seperti publikasi melalui internet dengan melibatkan lingkungan yang berada di sekitar usaha Anda, dan lain-lain.

Dalam proses pengembangan bisnis kita lihat lagi sejarah singkat PT. Lotte Mart Wholesale.

Sejarah LotteMart Wholesale:
o   Oktober 1991: makro Indonesia didirikan. 
o   26 September 1992: toko pertama di Pasar Rebo, Jakarta Timur dibuka.
o   29 September 1993: toko kedua di Sidoarjo, Jawa Timur dibuka.
o   24 November 1993: toko ketiga di Kelapa Gading, Jakarta Utara dibuka.
o   21 Juni 1995: toko keempat di Meruya, Jakarta Barat dibuka.
o   17 Januari 1996: toko kelima di Bandung, Jawa Barat dibuka.
o   19 Februari 1996: toko keenam di Ciputat, Jakarta Selatan dibuka.
o   9 Oktober 1996: toko ketujuh di Alam Sutera, Tangerang dibuka.
o   6 Januari 1997: toko kedelapan di Cibitung, Bekasi dibuka.
o   26 September 1997: toko kesembilan di Denpasar, Bali dibuka.
o   14 Mei 1998: ada kerusuhan di Jabotabek (Jakarta - Bogor - Tangerang - Bekasi), Meruya dan Ciputat toko toko dijarah dan dibakar sehingga mereka tidak dapat beroperasi lagi.
o   4 Agustus 1998: toko Meruya kembali dibuka.
o   8 Juli  2000: toko Ciputat kembali dibuka.
o   15 Juli 2000: toko kesepuluh di Medan, Sumatera Utara dibuka.
o   16 Mei 2001: toko kesebelas di Semarang, Jawa Tengah dibuka.
o   14 Juni 2001: toko keduabelas di Margomulyo, Surabaya dibuka.
o   7 Mei 2003: toko ketigabelas di Makassar, Sulawesi Selatan dibuka.
o   27 April 2004: toko keempatbelas di Palembang, Sumatera Selatan dibuka.
o   28 September 2004: toko kelimabelas di Pekanbaru, Riau dibuka.
o   2 Juni 2005: toko keenambelas di Sleman, Yogyakarta dibuka.
o   15 September 2005: toko ketujuhbelas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dibuka.
o   15 Desember 2005: toko kedelapan belas di Bekasi 2, Bekasi dibuka.
o   23 Februari 2006: toko kesembilanbelas di Solo, Jawa Tengah dibuka. 
o   8 Desember 2006: toko keduapuluh di Balikpapan, Kalimantan Timur dibuka.
o   Oktober, 2008: Menjual 100% saham kepada LotteMart
o   Tanggal 24 April 2010 : Makro berubah nama menjadi LotteMart Wholesale

C.     Produksi
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Dalam memproduksi suatu produk, PT. Lotte Mart Wholesale memiliki pabrik sendiri di kawasan MM2001 Industrial Town, Cikarang Barat, Bekasi. Setelah semuanya di produksi, akan dikirim ke toko yang memiliki gudang pribadi.

D.    Layanan Internal
Layanan merupakan pengantar bagi aliran nilai tambah yang akan disampaikan kepada pelanggan,sampai nilai tambah itu dapat memenuhi kebutuhan atau harapan konsumen. Layanan Internal terhadap karyawan berupa keselamatan kerja karyawan yang di tunjang oleh asuransi kesehatan dan layanan lainnya, seperti makanan pokok.

E.     Pendukung
Pendukung adalah orang yang mendukung atau orang yang menunjang untuk kemajuan di sebuah usaha atau jasa. Untuk proses bisnis terjadi berupa seragam kerja, pelatihan kerja, dll.

F.      Validasi
Validitas adalah suatu standar ukuran yang menunjukkan ketepatan dan kesahihan suatu instrumen. Menurut Arikunto (1999) suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria.
Sisi lain dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid tidak hanya mampu menghasilkan data yang tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.
Dalam validasi di suatu perusahaan PT. Lotte Mart Wholesale dokumentasi pembuktiannya berupa data-data hasil penjualan dan hasil konsumen yang datang pada toko yang di hitung oleh satpam di depan pintu masuk toko.

G.    Evaluasi
Secara harfiah, kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris yakni evaluation; dalam bahasa Arab berarti al-taqdîr (التقدير); dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah value; dalam bahasa Arab berarti al-qîmah (القيمة); dalam bahasa Indonesia berarti nilai. Dengan demikian, secara harfiah evaluasi pendidikan adalah penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. (Sudijono, 2007: 1)      
Adapun dari segi istilah, terdapat berbagai definisi yang diungkap oleh para ahli. Di antaranya adalah seperti yang dikatakan Anas Sudijono, yang mengutip Edwind Wandt dan Gerald W. Brown mengatakan evaluation refer to the act or process to determining the value of something (evaluasi menunjukkan kepada atau mengandung pengertian suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu). (Sudijono, 2007: 1)
Sedangkan menurut Rusman, dia mengutip berbagai definisi tentang evaluasi sebagai berikut: Gronlund mengatakan bahwa proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis dan interpretasi informasi atau data untuk menentukan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Hopkins dan Antes mengatakan evaluasi adalah pemeriksaan secara terus menerus untuk mendapatkan informasi yang meliputi siswa, guru, program pendidikan, dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat perubahan siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan efektifitas program. MacDonald berpendapat bahwa evaluation is the process of conceiving, obtaining and communicating information for guidance of educational decision making with regard to a specified programme (evaluasi adalah proses memahami, memperoleh dan memberitahukan informasi untuk bimbingan pendidikan dengan membuat keputusan untuk sebuah program yang telah ditetapkan).
Menurut Morrison, evaluasi adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan. (Rusman, 2009: 93) Dari berbagai definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa evaluasi dalam pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan dengan tujuan yang telah ditentukan;
2.      Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan.

Evaluasi pada PT. Lotte Mart Wholesale banyak sekali caranya, yang kami ketahui yaitu evaluasi ketika pagi hari saat ingin membuka toko dan siang hari saat pergantian shift dan ada juga evaluasi setiap satu bulan sekali, tiga bulan sekali, enam bulan sekali, dan satu tahun sekali.
Data produk yang ada pada PT. Lotte Mart Wholesale
No
Jenis Produk
Struktur Data
Banyak Barang
1
Fresh Food
FIFO(First In First Out)
± 150
2
Non Fresh Food
FIFO(First In First Out) dan LIFO (Last In First Out)
±210
3
Furniture
LIFO (Last In First Out)
±100



BAB 3
Barang dan Jasa


A.    Produk
Pengertian produk secara mudah dapat dipahami tetapi agak sulit dirumuskan secara pasti. Didalam kata produk itu terkandung pengertian yang mencakup segi fisik dan hal-hal lain yang lebih ditentukan oleh konsumen seperti masalah jasa yang menyertainya, masalah psikologis seperti kepuasan pemakaian, simbol status, segi artistik dan lain sebagainya.

Atribut Produk
Menurut Kotler & Armstrong (2001:354) beberapa atribut yang menyertai dan melengkapi produk (karakteristik atribut produk) adalah:
1.      Merek (branding)
Merek (brand) adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semua   ini   yang   dimaksud   untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk pesaing. Pemberian merek merupakan masalah pokok dalam strategi produk. Pemberian merek itu mahal dan memakan waktu, serta dapat membuat produk itu berhasil atau gagal. Nama merek yang baik dapat menambah keberhasilan yang besar pada produk (Kotler  &  Armstrong, 2001:360
2.      Pengemasan (packing)
Pengemasan    (packing)  adalah  kegiatan  merancang  dan  membuat wadah atau pembungkus  suatu  produk. 
3.      Kualitas Produk (Product Quality)
Kualitas Produk (Product Quality) adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan, kemudahan operasi dan perbaikan serta atribut bernilai lainya.
Untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan dapat menerapkan program ”Total  Quality  Manajemen (TQM)".  Selain mengurangi kerusakan produk, tujuan pokok kualitas total adalah untuk meningkatkan nilai pelanggan.
Pengertian Menurut Ahli

Kotler dalam Mursid (2014:71) merumuskan produk sebagai “Hasil akhir yang mengandung elemen-elemen fisik, jasa dan hal-hal yang simbolis yang dibuat dan dijual oleh perusahaan untuk memberikan kepuasan dan keuntungan bagi pembelinya”.
Menurut Sangadji (2013:15) mengemukakan bahwa:  “Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen”. Produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, misalnya mobil makanan, pakaian, perumahan, barang elektronik dan sebagainya. Produk yang ditawarkan juga bisa berupa orang (misalnya, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, David Beckham, Pele, Michael Jordan, Maradona, dan sebagainya), organisasi (misalnya, yayasan jantung Indonesia, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Yayasan Palang Merah Indonesia, dan sebagainya.
Kotler dan Armstrong (2011:236) mendefinisikan produk (product) sebagai ”Segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar menarik perhatian akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan.”
Dalam proses bisnis PT. Lotte Mart Wholesale memproduksi produk yang memiliki brand seperti Pilihan Terbaik (PRIME L) adalah produk menggunakan bahan-bahan pilihan dari dalam maupun luar negeri dengan standar tinggi sehingga menghasilkan produk dengan kualitas terbaik, Pilihan Tepat (Choice L) adalah produk-produk yang memiliki kualitas unggulan dengan harga terjangka demi kepuasan Mitra Usaha Lotte Mart Wholesale, Pilihan Gaya Hidup Anda (Living L) untuk kebutuhan peralatan rumah tangga dengan desain unik dan berbeda dari yang lain, Pilihan Ekonomis dengan kemasan sederhana yang berkapasitas besar, dan Penawaran Harga Stabil dimana kualitas unggulan dengan harga yang sama setahun penuh dibuat dengan harga terjangkau untuk kepuasan Mitra Usaha Lotte Mart Wholesale.

B.     Layanan Eksternal
Pelayanan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebagai suatu usaha untuk membantu menyiapkan atau mengurus apa yang diperlukan orang lain. Sedangkan menurut Moenir (2010 : 26) pelayanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor materi melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya. Pelayanan hakikatnya adalah serangkaian kegiatan, karena itu pelayanan merupakan sebuah proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat.
Menurut Para Ahli
            Gronroos dalam buku Daryanto (2014:135) mengemukakan bahwa :
 “Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberian pelayanan yang di maksudkan untuk memecahkan permasalahan konsumen / pelanggan”.
Selain definisi pelayanan diatas kotler pun ikut mendefinisikan pelayanan sebagai “Pelayanan adalah setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasiilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik” (Kotler dalam Lukman) dalam buku Daryanto (2014:135).
Supranto (2006:227) mengatakan bahwa pelayanan atau jasa merupakan suatu kinerja penampilan, tidak terwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan dari pada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengonsumsi jasa tersebut.
Menurut Sampara dalam Sinambela (2011:5) pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antar seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan.
Berdasarkan pendapat diatas jelas disebutkan bahwa ciri pokok pelayanan adalah tidak kasat mata (tidak dapat diraba) dan melibatkan usaha manusia (karyawan) atau peralatan lain yang disediakan oleh perusahaan penyelenggara pelayanan. Jadi, pelayanan merupakan serangkaian aktivitas yang tidak dapat diraba dan terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara pemberi pelayanan dan yang diberi pelayanan, dapat dilihat bahwa kualitas pelayanan dimulai dari kebutuhan pengguna jasa dan berakhir pada persepsi pengguna jasa, maka kualitas pelayanan tergantung pada kemampuan penyedia jasa atau yang memberikan pelayanan dalam memenuhi harapan pengguna jasa secara konsisten
Layanan eksternal untuk konsumen berupa karyawan yang siap membantu ketika konsumen bermasalah untuk mencari produk yang ingin dibeli. Dan ada juga Lotte Poin, parkir gratis ketika belanja lebih dari Rp. 500.000-,, dan dapat memesan produk-produk yang ingin dibelinya.

C.     Pembayaran
Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Sistem Pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Media yang digunakan untuk pemindahan nilai uang tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan alat pembayaran yang sederhana sampai pada penggunaan sistem yang kompleks dan melibatkan berbagai lembaga berikut aturan mainnya. Kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia yang dituangkan dalam Undang Undang Bank Indonesia.
Dalam menjalankan mandat tersebut, Bank Indonesia mengacu pada empat prinsip kebijakan sistem pembayaran, yakni keamanan, efisiensi, kesetaraan akses dan perlindungan konsumen. Aman berarti segala risiko dalam sistem pembayaran seperti risiko likuiditas, risiko kredit, risiko fraud harus dapat dikelola dan dimitigasi dengan baik oleh setiap penyelenggaraan sistem pembayaran.
Prinsip efisiensi menekankan bahwa penyelanggaran sistem pembayaran harus dapat digunakan secara luas sehingga biaya yang ditanggung masyarakat akan lebih murah karena meningkatnya skala ekonomi. Kemudian prinsip kesetaraan akses yang mengandung arti bahwa Bank Indonesia tidak menginginkan adanya praktik monopoli pada penyelenggaraan suatu sistem yang dapat menghambat pemain lain untuk masuk.
Terakhir adalah kewajiban seluruh penyelenggara sistem pembayaran untuk memperhatikan aspek-aspek perlindungan konsumen.
Sementara itu dalam kaitannya sebagai lembaga yang melakukan pengedaran uang, kelancaran sistem pembayaran diejawantahkan dengan terjaganya jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat dan dalam kondisi yang layak edar atau biasa disebut clean money policy.
Secara garis besar Sistem pembayaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu Sistem pembayaran tunai dan Sistem pembayaran non-tunai. Perbedaan mendasar dari kedua jenis sistem pembayaran tersebut terletak pada instrumen yang digunakan. Pada sistem pembayaran tunai instrumen yang digunakan berupa uang kartal, yaitu uang dalam bentuk fisik uang kertas dan uang logam, sedangkan pada sistem pembayaran non-tunai instrumen yang digunakan berupa Alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), Cek, Bilyet Giro, Nota Debit, maupun uang elektronik.

Komponen Sistem Pembayaran         
Komponen-komponen yang membangun sebuah sistem pembayaran terdiri dari Regulator, Penyelenggara, Infrastruktur, Instrumen, dan Pengguna.
·           Regulator berwenang mengatur aturan main, ketentuan, dan kebijakan yang mengikat seluruh komponen sistem pembayaran.
·           Penyelenggara adalah lembaga yang memastikan penyelesaian akhir dari seluruh transaksi yang terjadi di penggunanya.
·           Infrastrukur adalah sarana fisik yang mendukung operasional sistem pembayaran.
·           Instrumen adalah alat pembayaran baik tunai maupun non-tunai yang disepakati oleh para pengguna dalam melakukan transaksi.
·           Pengguna adalah konsumen yang memanfaatkan Sistem pembayaran.

Pembayaran dapat berupa debit atau credit, dan cash.

D.    Kontribusi
Kontribusi menjadi salah satu istilah yang sangat sering kita dengarkan di dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupn bermasyarakat, organisasi, maupun kehidupan dalam lingkungan kerja. Kotribusi menjadi hal pokok dalam sitem perekonomian dan juga sistem pemberdayaan dalam masyarakat. Oleh karena itulah tulisan ini akan menjelasakan tentang pengertian kontribusi.
Kontribusi
Dari pengertian kontribusi yang disampaika jikalau dikaitkan dengan adanya tahun 2045, dimana Indonesia akan mendapat bonus demografi yang jumlah usia kerja (15 – 64 tahun) sangat tinggi sekitar 65% dari total populasi tentunya banyak hal yang bisa dilakukan untuk berkontrubusi terhadap hal-hal yang memang bisa menuntaskan berbagai masalah pelik, seperti korupsi yang semakin merajalela, kemiskinan, kualitas pendidikan yang rendah, serta permasalahan sosial seperti contoh konflik sosial horizontal antar masyarakat, peredaran narkoba, kekerasan sosial, dan berbagai bentuk kriminalitas lainnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu pembenahan di berbagai bidang, oleh karena itu kontribusi dalam kebaikan sangatlah diperlukan.
Contoh Kontribusi dalam Masyarakat
Contoh yang diberikan dalam memperelasan kontribusi ini misalnya saja ketika di daerah-daerah di Indonesia yang terkenal bencana alam. Pengertian bencana alam ini ialah bencana yang disebebkan karena kerusakan sumber daya alam, misalnya saja ketika di Jakarta terkenal banjir. Masyarakat secara langsung dalam bentuk pantungan memberikan kontribusinya, dengan memberi sumbangan pakaian, buku, dan hal-hal lainnya yang diperlukana.
Manfaat Kontribusi
Adapun mengenai manfaat dari adanya kontribusi dalam masyarakat ini, antara lain sebagai berikut;
·           Memperkuat integrasi sosial masyarakat
·           Membantu masyarakat yang kekuarangan
·           Mendorong masyarakat untuk bisa melakukan trobosan-trobosoan baru dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupannya
·           Menumbuhkan sikap kepedulian dalam kehidupan masyarakat.
Lotte Mart berkontribusi dalam pelayanan penyediaan barang kebutuhan sehari-hari, dan ada juga program untuk memajukan masyarakat Indonesia.

E.     Informasi
Informasi yang dapat kita cari di brosur, website, iklan, dan dapat langsung datang ke toko untuk mendatangi bagian informasi atau customer development. Bila kurang jelas, juga dapat menghubungi call center. Secara umum informasi dapat didefinisikan  sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.  Di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah transaksi perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk suara, sinyak, gambar, dsb. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sabagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut :


Gambar Siklus Informasi (Tata Sutabri, S.Kom., MM, 2005:21)
Kualitas Informasi  - Pengertian Informasi Menurut Para Ahli Definisi.

Kualitas informasi ditentukan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :
·         Keakuratan dan teruji kebenarannya.
·         Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan.
·         Kesempurnaan informasi
·         Informasi disajikan dengan lengkap tanpa pengurangan, penambahan, dan pengubahan.
·         Tepat waktu
·         Infomasi harus disajikan secara tepat waktu, karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
·         Relevansi
·         Informasi akan memiliki nilai manfaat yang tinggi, jika Informasi tersebut dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan.
·         Mudah dan murah
·         Apabila cara dan biaya untuk memperoleh informasi sulit dan mahal, maka orang  menjadi tidak berminat untuk memperolehnya, atau akan mencari alternatif substitusinya (Budi Sutedjo Dharma Oetomo, 2002 : 16 -17).
·         Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
·         Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
·         Tepat pada waktunya, berarti informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
·         Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat dari pemakainya. 



F.      Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849), “Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.”
Sementara itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa  pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam  sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.
Pengaruh Lotte Mart pada masyarakat, yaitu pelayanan atas produk yang dijual untuk kebutuhan hidup sehari-hari.





BAB 4
Kesimpulan Penelitian

A.    Kesimpulan
LotteMart Wholesale dahulu bernama Makro adalah sebuah layanan perdagangan mandiri dengan perkiraan 40,000-50,000 anggota potensial di setiap toko.
Berbelanja di LotteMart Wholesale adalah kombinasi dari harga rendah setiap hari,  ragam variasi produk Makanan dan Non Makanan.

B. Konsep LotteMart Wholesale
·         Harga rendah, biaya rendah. 
·         Melayani diri sendiri, belanja secara tunai. 
·         Menjual berbagai macam variasi produk makanan dan non makanan. 
·         Terbuka untuk konsumen dan institusi yang telah terdaftar. 
·         Lapangan parkir yang luas (sampai dengan 1000 mobil). 
·         LotteMart Wholesale Mail sebagai media komunikasi antara LotteMart Wholesale dan anggotanya.
  
       C. Keanggotaan LotteMart Wholesale
                        LotteMart Wholesale dibuka hanya untuk member. Untuk berbelanja di LotteMart Wholesale, pelanggan harus terdaftar sebagai anggota. Untuk mendaftar sebagai anggota LotteMart Wholesale, silakan kunjungi toko LotteMart Wholesale terdekat dan menghubungi Customer Information Service, gratis. Sembari menunggu pemrosesan kartu, dapat langsung melakukan belanja pertama kalinya.  Dapat meminta kartu keanggotaan anda kepada Information Customer Service setelah Anda melakukan pembelanjaan pertama.
                        Sebagai anggota LotteMart Wholesale, berhak untuk menerima LotteMart Wholesale mail. Untuk kenyamanan Anda, silakan ikuti peraturan berbelanja di LotteMart Wholesale.

D. Visi LotteMart Wholesale
                        Komitmen terbaik untuk melayani pelanggan
      
       E.  Misi LotteMart Wholesale 
            Distribusi produk dengan harga istimewa, kualitas dan varietas untuk pelanggan profesional, menawarkan keuntungan dan kesempatan untuk berkembang.
      
            Ini berarti kami berusaha untuk menjadi:
            Bagi pelanggan kami - sumber suplai yang paling dapat diandalkan yang memberi mereka kesempatan untuk bersaing di pasar mereka masing-masing. Untuk para pemasok kami - distributor dari produk mereka dengan biaya terendah untuk jumlah nilai jual maksimum.
       Sejarah LotteMart Wholesale
·         Oktober 1991: makro Indonesia didirikan. 
·         26 September 1992: toko pertama di Pasar Rebo, Jakarta Timur dibuka.
·         29 September 1993: toko kedua di Sidoarjo, Jawa Timur dibuka.
·         24 November 1993: toko ketiga di Kelapa Gading, Jakarta Utara dibuka.
·         21 Juni 1995: toko keempat di Meruya, Jakarta Barat dibuka.
·         17 Januari 1996: toko kelima di Bandung, Jawa Barat dibuka.
·         19 Februari 1996: toko keenam di Ciputat, Jakarta Selatan dibuka.
·         9 Oktober 1996: toko ketujuh di Alam Sutera, Tangerang dibuka.
·         6 Januari 1997: toko kedelapan di Cibitung, Bekasi dibuka.
·         26 September 1997: toko kesembilan di Denpasar, Bali dibuka.
·         14 Mei 1998: ada kerusuhan di Jabotabek (Jakarta - Bogor - Tangerang - Bekasi), Meruya dan Ciputat toko toko dijarah dan dibakar sehingga mereka tidak dapat beroperasi lagi.
·         4 Agustus 1998: toko Meruya kembali dibuka.
·         8 Juli  2000: toko Ciputat kembali dibuka.
·         15 Juli 2000: toko kesepuluh di Medan, Sumatera Utara dibuka.
·         16 Mei 2001: toko kesebelas di Semarang, Jawa Tengah dibuka.
·         14 Juni 2001: toko keduabelas di Margomulyo, Surabaya dibuka.
·         7 Mei 2003: toko ketigabelas di Makassar, Sulawesi Selatan dibuka.
·         27 April 2004: toko keempatbelas di Palembang, Sumatera Selatan dibuka.
·         28 September 2004: toko kelimabelas di Pekanbaru, Riau dibuka.
·         2 Juni 2005: toko keenambelas di Sleman, Yogyakarta dibuka.
·         15 September 2005: toko ketujuhbelas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dibuka.
·         15 Desember 2005: toko kedelapan belas di Bekasi 2, Bekasi dibuka.
·         23 Februari 2006: toko kesembilanbelas di Solo, Jawa Tengah dibuka. 
·         8 Desember 2006: toko keduapuluh di Balikpapan, Kalimantan Timur dibuka.
·         Oktober, 2008: Menjual 100% saham kepada LotteMart
·         Tanggal 24 April 2010 : Makro berubah nama menjadi LotteMart Wholesale

       Online Katalog
     Lotte Mart adalah sebuah hypermarket di Asia yang menjual berbagai bahan makanan, pakaian, mainan, elektronik, dan barang lainnya. Lotte Mart adalah sebuah divisi dari Lotte Co, Ltd yang merupakan salah satu makanan yang paling umum dan layanan belanja di Korea Selatan dan Jepang. Lotte Mart, bagian dari konglomerat Korea "Lotte", membuka cabang pertama di Guui-dong, GangByeon, Seoul, Korea Selatan pada tanggal 1 April 1998. Pada tahun 2006, Lotte Mart membuka cabang pertama di luar negeri. Pada 8 Agustus 2011, Lotte Mart telah memiliki 199 cabang. (Di Korea 92 cabang, 82 cabang di Cina, Di Indonesia 23 cabang, 2 cabang Di Vietnam). Lotte menciptakan dan menjual termasuk Herbon, Wiselect, Withone, Basicicon, Tasse Tasse, dan Gerard Darel.



Foto Dokumentasi
Gambar 1

Gambar 2
Gambar 3

Gambar 4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep dasar sistem

Mobil Tercepat dan termahal di dunia