Sistem Informasi 2B
SISTEM INFORMASI ORGANISASI SUATU SISTEM
di PT LOTTE MART WHOLESALE
Kelompok 2 (Kelas 2B)
Ketua Kelompok : Mochamad Fadhil A /1703015124
Anggota Kelompok :
Djoko Kurniyanto / 1703015037
Yustika Ramadhani / 1703015226
Agung Novian / 1703015103
Dewi Atikah / 1703015089
Bunga Salsabila / 1703015076
Jihan Ngestu H.P. / 1703015111
Pradika Rahmawan / 1703015116
Yoga Firjatullah / 1703015020
M, Fachrizal S / 1703015073
Djoko Kurniyanto / 1703015037
Yustika Ramadhani / 1703015226
Agung Novian / 1703015103
Dewi Atikah / 1703015089
Bunga Salsabila / 1703015076
Jihan Ngestu H.P. / 1703015111
Pradika Rahmawan / 1703015116
Yoga Firjatullah / 1703015020
M, Fachrizal S / 1703015073
Dosen : Zuhri Halim, M.Kom
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI INFORMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
2018
2018
BAB
1
Sumber
Daya Ekonomi
A.
Orang
Manusia/ma·nu·sia/ n makhluk yang
berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Manusia atau orang dapat
diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara
campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang
berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari
golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian,
mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan
ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras
lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan
penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta
perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk
membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan
satu sama lain serta pertolongan.
Orang-orang yang berkerja di perusahaan PT. Lotte Mart
Wholesale, rata-rata umurnya 19thn-43thn, dan kebanyakan lulusan SMA dan SMK,
untuk lulusan Strata 1 dapat ditempatkan di Leader Divisi secara bertahap. Orang-orang
yang berkerja di perusahaan PT. Lotte Mart Wholesale ±100 orang. ±80 SPG dan SPM adalah pekerja yang bekerja sama dengan vendor-vendor produk
yang dijual di PT. Lotte Mart Wholesale dan tugas mereka sebagai penanggung
jawab atas sirkulasi penjualan produknya.
B.
Uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional
didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat
tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang
di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan
sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran
bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya
serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga
menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Secara kesimpulan,
uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk
mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan
jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.
Pertama kali PT. Lotte Mart Wholesale bernama Makro
Indonesia pada tahun 1992 yang memiliki modal awal pribadi dan berhasil
berkembang hingga memiliki banyak cabang. Pada tahun 2008, 100% saham dijual
kepada Lotte Mart dan hingga saat ini, saham tersebut dipegang penuh oleh Lotte
Mart yang dimiliki oleh orang Korea Selatan.
C.
Bahan Baku
Bahan baku adalah bahan yang digunakan
dalam membuat produk di mana bahan tersebut secara menyeluruh tampak pada produk jadinya
(atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang). Sedangkan biaya bahan baku adalah seluruh biaya
untuk memperoleh sampai dengan bahan siap untuk digunakan yang meliputi harga
bahan, ongkos angkut, penyimpanan dan lain–lain.
Arti dari bahan baku
adalah menurut KBBI:
Bahan untuk diolah melalui proses produksi
menjadi barang jadi; bahan kebutuhan pokok untuk membuat sesuatu. Bahan Baku
dasarnya adalah bahan-bahan untuk membuat produk primer, sekunder, dan tersier,
karena pada perusahaan PT. Lotte Mart Wholesale adalah suatu perusahaan yang
bergerak di bidang marketing atau
pemasaran, perusahaan grosir yang menyediakan banyak barang untuk langsung ke distributor,
pengecer, dan bahkan ke konsumen langsung.
D.
Mesin
Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang
mengirim atau mengubah energi untuk melakukan atau alat membantu mempermudah
pekerjaan manusia. Biasanya
membutuhkan sebuah masukan sebagai pelatuk, mengirim energi yang telah diubah
menjadi sebuah keluaran, yang melakukan tugas yang telah disetel. Mesin dalam
bahasa Indonesia sering pula disebut dengan sebutan pesawat, contoh pesawat
telepon untuk tejemahan bahasa Inggris telephone machine. Namun belakangan kata
pesawat cenderung mengarah ke kapal terbang.
Mesin
telah mengembangkan kemampuan manusia sejak sebelum adanya catatan tertulis.
Perbedaan utama dari alat sederhana dan mekanisme atau pesawat sederhana adalah
sumber tenaga dan mungkin pengoperasian yang bebas. Istilah mesin biasanya
menunjuk ke bagian yang bekerja bersama untuk melakukan kerja. Biasanya
alat-alat ini mengurangi intensitas gaya yang dilakukan, mengubah arah gaya,
atau mengubah suatu bentuk gerak atau energi ke bentuk lainnya.
Mesin
yang di gunakan pada perusahaan PT. Lotte Mart Wholesale adalah berupa mesin
yang berfungsi untuk memudahkan dalam suatu bisnis marketing besar seperti forklift, hydraulic hand truck,
timbangan digital, mesin kasir, scanner,
dll.
Alat-alat
display yang di gunakan pada PT. Lotte Mart Wholesale sebagai berikut;
·
Gondola
adalah pelaratan display yang terdiri
atas shelving atau rak panjang secara
utuh.
·
Showcase
adalah alat panjang berupa etalase untuk penjualan daging
·
Chelving
adalah alat pemajang yang merupakan bagian dari gondola yang biasa disebut rak.
·
Showcase chiler
adalah tempat pemajangan buah, daging, sayur, dairy dan sebagainya
·
Wagon
adalah boks besar untuk menyimpan produk yang sedang promo ataupun diskon
·
Frozen Island
adalah sarana panjang untuk produk beku seperti ice cream, sayuran, chiken nugget,
dan sebagainya
·
Single Book
adalah berupa gantungan, biasanya digunakan untuk pemanjangan produk seperti
sikat gigi, sosis, snack, dan
sebagainya
·
End Gondola
adalah gondola akhir yang paling
ujung dan untuk disewakan
·
Hambalan ialah
kayu yang letaknya dibawah sebagai dasar untuk peralatan display
Gambar
Mesin-Mesin yang ada pada PT. Lotte Mart Wholesale:
Ø Forklift
Adalah mobil berjalan
atau kendaraan yang memiliki dua garpu yang bisa digunakan untuk mengangkat pallete.
Ø Hydraulic Hand
Trucks
Jenis alat ini
digunakan untuk memindahkan barang, tapi dilengkapi dengan mekanisme pengangkat
secara hydraulic.
Ø Mesin Kasir
Mesin Kasir atau Mesin
Daftar Tunai merupakan sebuah perangkat mekanik atau elektonik untuk menghitung
dan menghimpun transaksi penjualan serta dilengkapi laci tunai untuk menyimpan
uang.
Ø Timbangan Digital
E.
Fasilitas
Fasilitas
adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah upaya dan memperlancar kerja dalam
rangka mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai . Dengan adanya fasilitas yang
memadai yang diberikan oleh kantor, akan
membuat karyawan menjadi lebih giat lagi dalam melakukan pekerjaannya masing
masing.
Sebenarnya
kegiatan penjualan tidak berakhir pada saat pesanan dari pembeli telah
dipenuhi, tetapi juga dengan memberikan fasilitas kepada mereka.
Kotler (1997:146)
mengartikan fasilitas sebagai segala sesuatu yang telah disediakan oleh
perusahaan untuk konsumen yang dapat memberikan kenyamanan, keamanan, kemudahan
dan kepuasan.
Pemberian
fasilitas memegang peranan yang penting dalam perkembangan perusahaan,
dimasa-masa yang akan datang. Karenanya perusahaan jasa perlu memberikan
fasilitas yang sebaik-baiknya kepada konsumennya. Tujuan dari fasilitas adalah
untuk mencapai tingkat kepuasan konsumen dan diharapkan konsumen akan mau untuk
mengulangi lagi membeli jasa yang disediakan oleh perusahaan. Dengan begitu
perusahaan telah membentuk suatu kesan yang baik terhadap konsumen sehingga
mendorong mereka agar mau berhubungan dengan perusahaan setiap kali mereka
membutuhkan jasa yang ada pada perusahaan.
Fasilitas
yang di sediakan untuk karyawan ditunjukan untuk kesejahteraan karyawan ketika
waktu operasional bekerja. Seperti kamar mandi, UKS, P3K, kantin pribadi,
loker, ruang rapat, parkiran khusus karyawan, dll.
F.
Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha
(kerja) atau melakukan suatu perubahan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
energi adalah daya atau kekuatan yang diperlukan untuk melakukan berbagai
proses kegiatan. Energi yang digunakan adalah energi mesin dan energi manual
atau energi manusia. Dua energi tersebut saling berkaitan untuk melancarkan
kegiatan bekerja dalam bidang marketing dan pemasaran yang berfungsi untuk
melayani konsumen, dll.
G.
Data
Adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari
suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat. Menurut Webster New World Dictionary, pengertian data adalah things
known or assumed, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau
dianggap. Diketahui artinya yang sudah terjadi merupakan fakta (bukti). Data
dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Data bisa juga
didefinisikan sebagai sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari
pengamatan (obsevasi) suatu objek. Data yang baik adalah data yang bisa
dipercaya kebenarannya (reliable), tepat
waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas atau bisa memberikan gambaran
tentang suatu masalah secara menyeluruh merupakan data relevan.
Data
dalam perusahaan berupa mengenai data barang yang masuk dan yang keluar karena
perusahaan tersebut bergerak di bidang marketing atau pemasaran. Dimana barang
yang dijual berupa produk atau barang, bukan berupa jasa. Produk barang dibagi
menjadi dua yaitu fresh food, non-fresh food, dan furniture.
Bagan Susunan Organisasi
No
|
Nama Divisi
|
Tugas Divisi
|
1.
|
Store
General Manager (SGM)
|
1
Lebih fokus pada kegiatan
operasional
|
2.
Membuat strategi pengelolaan
team
|
||
3.
Mengontrol tugas dan tanggung
jawab masing-masing divisi manager
|
||
4.
Mengoptimalkan efisiensi
|
||
5.
Mencapai sales target
|
||
2.
|
Assistant
General Manager (AGM)
|
1. Lebih
fokus pada kegiatan operasional
|
2. Membuat
strategi pengelolaan team
|
||
3. Mengontrol
tugas dan tanggung jawab masing-masing divisi manager
|
||
4. Mengoptimalkan
efisiensi
|
||
5. Mencapai
sales target
|
||
3.
|
Divisi Human Resources (HRD)
|
1. Melayani
kebutuhan karyawan
|
2. Merekrut
karyawan
|
||
3. Menggaji
karyawan
|
||
4. Mengontrol
kehadiran karyawan
|
||
4.
|
Divisi Administration Logistic Center (ALC)
|
1.
Menangani perbaikan pada
komputer
|
2.
Mengelola barang-barang
keperluan Lotte Mart
|
||
3.
Mengecek kondisi barang sebelum
dan sesudah masuk gudang
|
||
4.
Melakukan order atau permintaan barang dari supplier.
|
||
5.
Mengelola penggunaan kebutuhan
keuangan toko.
|
||
5.
|
Divisi Customer Development (CD)
|
1.
Mendapatkan customer baru,
mempertahan customer yang ada
|
2.
Melayani pendaftaran anggota
baru
|
||
3.
Menginput data anggota baru
|
||
4.
Paging
(panggilan) untuk karyawan, pengunjung
dan promosi produk Lotte.
|
||
5.
Melayani penitipan barang
|
||
6.
Menangani komplen atau
pertanyaan dari customer.
|
||
7.
Mengeluarkan nota return untuk pengembalian barang.
|
||
6.
|
Divisi Check Out (CO) atau Cashier
|
1.
Menangani transaksi
pembelanjaan customer
|
2.
Membantu customer memberikan penjelasan mengenai sistem belanja di Lotte
Mart
|
||
7.
|
Divisi Good Receiving (GR)
|
1.
Menerima barang yang dikirim
dari supplier
|
2.
Mengecek barang sebelum dan
sesudah masuk gudang
|
||
3.
Mengecek surat jalan dari supplier
|
||
4.
Me-return (mengembalikan) barang yang rusak kepada supplier
|
||
8.
|
Divisi Fresh Food
|
1.
Men-display barang
|
2.
Mengecek harga barang
|
||
3.
Mengecek barang kadaluarsa
|
||
4.
Melakukan kontrol kualitas
barang
|
||
5.
Menjaga ketersediaan barang
|
||
9.
|
Divisi Dry Food
|
1.
Men-display barang
|
2.
Mengecek harga barang
|
||
3.
Mengecek barang kadaluarsa
|
||
4.
Melakukan kontrol kualitas
barang
|
||
5.
Menjaga ketersediaan barang
|
||
10.
|
Divisi Non-Food
|
1.
Men-display barang
|
2.
Mengecek harga barang
|
||
3.
Mengecek barang kadaluarsa
|
||
4.
Melakukan kontrol kualitas
barang
|
||
5.
Menjaga ketersediaan barang
|
BAB 2
Proses Bisnis
A.
Segmentasi Pasar
Menurut para ahli adalah sebuah proses yang memiliki
sistem dan design manajerial untuk menciptakan, menawarkan atau menukarkan
produk miliknya dengan produk milik orang lain. Dengan kata lain, sebuah
pemasaran merupakan langkah awal dari kegiatan jual beli ataupun bisnis yang
dirancang dan disusun menggunakan strategi atau rencana untuk menentukan harga,
mempromosikan barang, serta dapat memuaskan kebutuhan konsumen selaku pembeli.
Selain untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen, pemasaran juga akan memberikan
dampak positif terhadap penjual atau produsen karena dengan meningkatnya
pemasaran yang dilakukan maka kegiatan bisnis juga akan terus terjaga dan
memberikan kenaikan ekonomi yang signifikan. Target pasar yang dituju oleh PT.
Lotte Mart Wholesale adalah distributor, pengecer, dan konsumen, seperti
warung-warung kecil atau agen grosir.
B.
Kembangkan
Marketing merupakan salah satu hal penting yang
harus dilakukan ketika menjalankan sebuah usaha, baik usaha baru maupun usaha
lama yang telah dirintis bertahun-tahun lamanya. Sebelum menjalankan marketing,
pertama kali yang harus dilakukan adalah menentukan konsep marketing serta
strategi pemasaran yang efektif dalam menjual produk kita.
Dengan banyaknya usaha kecil yang bermunculan saat
ini, maka perlu adanya strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik minat
para konsumen. Meskipun sulit, namun jika fokus dalam merencanakan strategi
pemasaran tersebut, maka tidak mungkin usaha kecil dapat tumbuh berkembang
menjadi besar.
Pada umumnya, usaha kecil mempunyai anggaran
marketing yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan usaha berskala besar.
Dengan anggaran yang minim tersebut tentunya Anda harus lebih kreatif dalam
menentukan strategi pemasaran yang tepat. Nah, berikut ini adalah cara yang
dapat Anda lakukan dalam mengoptimalkan pemasaran meskipun dengan dana yang
terbatas:
·
Melakukan kerja
sama dengan pengusaha atau rekan Anda dalam pemasangan iklan, seperti
mengirimkan penawaran produk kepada para pelanggan atau memberikan potongan
harga bagi pembelian paket tertentu.
·
Memperkenalkan
produk dan usaha Anda melalui beberapa media gratis. Hal ini bertujuan untuk
membantu pencarian para konsumen mengenai produk apa saja yang Anda tawarkan,
seperti publikasi melalui internet dengan melibatkan lingkungan yang berada di
sekitar usaha Anda, dan lain-lain.
Dalam
proses pengembangan bisnis kita lihat lagi sejarah singkat PT. Lotte Mart
Wholesale.
Sejarah LotteMart Wholesale:
o Oktober 1991: makro Indonesia didirikan.
o 26 September 1992: toko pertama di Pasar Rebo,
Jakarta Timur dibuka.
o 29 September 1993: toko kedua di Sidoarjo, Jawa
Timur dibuka.
o 24 November 1993: toko ketiga di Kelapa Gading,
Jakarta Utara dibuka.
o 21 Juni 1995: toko keempat di Meruya, Jakarta Barat
dibuka.
o 17 Januari 1996: toko kelima di Bandung, Jawa Barat
dibuka.
o 19 Februari 1996: toko keenam di Ciputat, Jakarta
Selatan dibuka.
o 9 Oktober 1996: toko ketujuh di Alam Sutera,
Tangerang dibuka.
o 6 Januari 1997: toko kedelapan di Cibitung, Bekasi
dibuka.
o 26 September 1997: toko kesembilan di Denpasar, Bali
dibuka.
o 14 Mei 1998: ada kerusuhan di Jabotabek (Jakarta -
Bogor - Tangerang - Bekasi), Meruya dan Ciputat toko toko dijarah dan dibakar
sehingga mereka tidak dapat beroperasi lagi.
o 4 Agustus 1998: toko Meruya kembali dibuka.
o 8 Juli 2000: toko Ciputat kembali dibuka.
o 15 Juli 2000: toko kesepuluh di Medan, Sumatera
Utara dibuka.
o 16 Mei 2001: toko kesebelas di Semarang, Jawa Tengah
dibuka.
o 14 Juni 2001: toko keduabelas di Margomulyo,
Surabaya dibuka.
o 7 Mei 2003: toko ketigabelas di Makassar, Sulawesi
Selatan dibuka.
o 27 April 2004: toko keempatbelas di Palembang,
Sumatera Selatan dibuka.
o 28 September 2004: toko kelimabelas di Pekanbaru,
Riau dibuka.
o 2 Juni 2005: toko keenambelas di Sleman, Yogyakarta
dibuka.
o 15 September 2005: toko ketujuhbelas di Banjarmasin,
Kalimantan Selatan dibuka.
o 15 Desember 2005: toko kedelapan belas di Bekasi 2,
Bekasi dibuka.
o 23 Februari 2006: toko kesembilanbelas di Solo, Jawa
Tengah dibuka.
o 8 Desember 2006: toko keduapuluh di Balikpapan,
Kalimantan Timur dibuka.
o Oktober, 2008: Menjual 100% saham kepada LotteMart
o Tanggal 24 April 2010 : Makro berubah nama menjadi
LotteMart Wholesale
C.
Produksi
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan
untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga
lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Dalam memproduksi suatu produk, PT.
Lotte Mart Wholesale memiliki pabrik sendiri di kawasan MM2001 Industrial Town,
Cikarang Barat, Bekasi. Setelah semuanya di produksi, akan dikirim ke toko yang
memiliki gudang pribadi.
D.
Layanan Internal
Layanan merupakan pengantar bagi aliran nilai tambah
yang akan disampaikan kepada pelanggan,sampai nilai tambah itu dapat memenuhi
kebutuhan atau harapan konsumen. Layanan Internal terhadap karyawan berupa
keselamatan kerja karyawan yang di tunjang oleh asuransi kesehatan dan layanan
lainnya, seperti makanan pokok.
E.
Pendukung
Pendukung adalah orang yang mendukung atau orang
yang menunjang untuk kemajuan di sebuah usaha atau jasa. Untuk proses bisnis
terjadi berupa seragam kerja, pelatihan kerja, dll.
F.
Validasi
Validitas adalah suatu standar ukuran yang
menunjukkan ketepatan dan kesahihan suatu instrumen. Menurut Arikunto (1999)
suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.
Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam
arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria.
Sisi
lain dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu
alat ukur yang valid tidak hanya mampu menghasilkan data yang tepat akan tetapi
juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.
Dalam validasi di suatu perusahaan PT. Lotte Mart
Wholesale dokumentasi pembuktiannya berupa data-data hasil penjualan dan hasil
konsumen yang datang pada toko yang di hitung oleh satpam di depan pintu masuk
toko.
G.
Evaluasi
Secara harfiah, kata evaluasi berasal dari bahasa
Inggris yakni evaluation; dalam
bahasa Arab berarti al-taqdîr (التقدير); dalam bahasa Indonesia berarti
penilaian. Akar katanya adalah value; dalam bahasa Arab berarti al-qîmah (القيمة);
dalam bahasa Indonesia berarti nilai. Dengan demikian, secara harfiah evaluasi
pendidikan adalah penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai
hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. (Sudijono, 2007: 1)
Adapun dari segi istilah, terdapat berbagai definisi
yang diungkap oleh para ahli. Di antaranya adalah seperti yang dikatakan Anas
Sudijono, yang mengutip Edwind Wandt
dan Gerald W. Brown mengatakan evaluation refer to the act or process to
determining the value of something (evaluasi menunjukkan kepada atau
mengandung pengertian suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai
dari sesuatu). (Sudijono, 2007: 1)
Sedangkan menurut Rusman, dia mengutip berbagai
definisi tentang evaluasi sebagai berikut: Gronlund
mengatakan bahwa proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis dan
interpretasi informasi atau data untuk menentukan sejauh mana siswa telah
mencapai tujuan pembelajaran. Hopkins
dan Antes mengatakan evaluasi adalah
pemeriksaan secara terus menerus untuk mendapatkan informasi yang meliputi
siswa, guru, program pendidikan, dan proses belajar mengajar untuk mengetahui
tingkat perubahan siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan
ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan efektifitas program. MacDonald berpendapat bahwa evaluation is the process of conceiving,
obtaining and communicating information for guidance of educational decision
making with regard to a specified programme (evaluasi adalah proses
memahami, memperoleh dan memberitahukan informasi untuk bimbingan pendidikan
dengan membuat keputusan untuk sebuah program yang telah ditetapkan).
Menurut Morrison, evaluasi
adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati
dan dapat dipertanggungjawabkan. (Rusman, 2009: 93) Dari berbagai definisi
tersebut, dapat dikatakan bahwa evaluasi dalam pendidikan adalah sebagai
berikut:
1.
Proses atau
kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan dengan tujuan yang telah
ditentukan;
2.
Usaha untuk
memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan
pendidikan.
Evaluasi pada PT. Lotte Mart Wholesale banyak sekali
caranya, yang kami ketahui yaitu evaluasi ketika pagi hari saat ingin membuka
toko dan siang hari saat pergantian shift dan ada juga evaluasi setiap satu
bulan sekali, tiga bulan sekali, enam bulan sekali, dan satu tahun sekali.
Data produk yang ada pada PT. Lotte Mart Wholesale
No
|
Jenis
Produk
|
Struktur
Data
|
Banyak
Barang
|
1
|
Fresh Food
|
FIFO(First In First Out)
|
±
150
|
2
|
Non Fresh Food
|
FIFO(First In First Out) dan
LIFO (Last In First Out)
|
±210
|
3
|
Furniture
|
LIFO (Last In First Out)
|
±100
|
BAB 3
Barang dan Jasa
A.
Produk
Pengertian produk secara mudah dapat dipahami tetapi
agak sulit dirumuskan secara pasti. Didalam kata produk itu terkandung
pengertian yang mencakup segi fisik dan hal-hal lain yang lebih ditentukan oleh
konsumen seperti masalah jasa yang menyertainya, masalah psikologis seperti
kepuasan pemakaian, simbol status, segi artistik dan lain sebagainya.
Atribut
Produk
Menurut Kotler & Armstrong (2001:354) beberapa
atribut yang menyertai dan melengkapi produk (karakteristik atribut
produk) adalah:
1.
Merek (branding)
Merek (brand)
adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari
semua ini yang dimaksud untuk mengidentifikasi
produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari
produk pesaing. Pemberian merek merupakan masalah pokok dalam strategi
produk. Pemberian merek itu mahal dan memakan waktu, serta dapat membuat
produk itu berhasil atau gagal. Nama merek yang baik dapat menambah
keberhasilan yang besar
pada produk (Kotler & Armstrong, 2001:360
2.
Pengemasan (packing)
Pengemasan (packing) adalah kegiatan merancang dan membuat wadah atau pembungkus suatu produk.
3.
Kualitas
Produk (Product Quality)
Kualitas Produk (Product Quality) adalah kemampuan suatu
produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan,
kemudahan operasi dan perbaikan serta atribut bernilai lainya.
Untuk meningkatkan
kualitas produk perusahaan dapat menerapkan program ”Total Quality Manajemen (TQM)". Selain mengurangi
kerusakan produk, tujuan pokok kualitas total adalah untuk meningkatkan nilai
pelanggan.
Pengertian Menurut Ahli
Kotler dalam Mursid (2014:71) merumuskan produk
sebagai “Hasil akhir yang mengandung elemen-elemen fisik, jasa dan hal-hal
yang simbolis yang dibuat dan dijual oleh perusahaan untuk memberikan kepuasan
dan keuntungan bagi pembelinya”.
Menurut
Sangadji (2013:15) mengemukakan bahwa: “Produk adalah segala sesuatu
yang dapat ditawarkan kepasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen”. Produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, misalnya mobil
makanan, pakaian, perumahan, barang elektronik dan sebagainya. Produk yang
ditawarkan juga bisa berupa orang (misalnya, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo,
David Beckham, Pele, Michael Jordan, Maradona, dan sebagainya), organisasi
(misalnya, yayasan jantung Indonesia, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia,
Yayasan Palang Merah Indonesia, dan sebagainya.
Kotler
dan Armstrong (2011:236) mendefinisikan produk (product) sebagai ”Segala
sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar menarik perhatian akuisisi,
penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan.”
Dalam proses bisnis PT. Lotte Mart Wholesale
memproduksi produk yang memiliki brand
seperti Pilihan Terbaik (PRIME L)
adalah produk menggunakan bahan-bahan pilihan dari dalam maupun luar negeri
dengan standar tinggi sehingga menghasilkan produk dengan kualitas terbaik,
Pilihan Tepat (Choice L) adalah
produk-produk yang memiliki kualitas unggulan dengan harga terjangka demi
kepuasan Mitra Usaha Lotte Mart Wholesale, Pilihan Gaya Hidup Anda (Living L) untuk kebutuhan peralatan
rumah tangga dengan desain unik dan berbeda dari yang lain, Pilihan Ekonomis
dengan kemasan sederhana yang berkapasitas besar, dan Penawaran Harga Stabil
dimana kualitas unggulan dengan harga yang sama setahun penuh dibuat dengan
harga terjangkau untuk kepuasan Mitra Usaha Lotte Mart Wholesale.
B.
Layanan
Eksternal
Pelayanan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebagai suatu usaha untuk
membantu menyiapkan atau mengurus apa yang diperlukan orang lain. Sedangkan
menurut Moenir (2010 : 26) pelayanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh
seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor materi melalui sistem,
prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain
sesuai dengan haknya. Pelayanan hakikatnya adalah serangkaian kegiatan, karena
itu pelayanan merupakan sebuah proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung
secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan orang dalam
masyarakat.
Menurut Para Ahli
Gronroos
dalam buku Daryanto (2014:135) mengemukakan bahwa :
“Pelayanan adalah suatu
aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak
dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen
dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberian
pelayanan yang di maksudkan untuk memecahkan permasalahan konsumen /
pelanggan”.
Selain
definisi pelayanan diatas kotler pun ikut mendefinisikan pelayanan sebagai “Pelayanan
adalah setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan,
dan menawarkan kepuasan meskipun hasiilnya tidak terikat pada suatu produk
secara fisik” (Kotler dalam Lukman) dalam buku Daryanto (2014:135).
Supranto (2006:227) mengatakan bahwa
pelayanan atau jasa merupakan suatu kinerja penampilan, tidak terwujud dan
cepat hilang, lebih dapat dirasakan dari pada dimiliki, serta pelanggan lebih
dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengonsumsi jasa tersebut.
Menurut
Sampara dalam Sinambela (2011:5) pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan
kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antar seseorang dengan orang
lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan.
Berdasarkan pendapat
diatas jelas disebutkan bahwa ciri pokok pelayanan adalah tidak kasat mata
(tidak dapat diraba) dan melibatkan usaha manusia (karyawan) atau peralatan
lain yang disediakan oleh perusahaan penyelenggara pelayanan. Jadi, pelayanan
merupakan serangkaian aktivitas yang tidak dapat diraba dan terjadi sebagai
akibat adanya interaksi antara pemberi pelayanan dan yang diberi pelayanan,
dapat dilihat bahwa kualitas pelayanan dimulai dari kebutuhan pengguna jasa dan
berakhir pada persepsi pengguna jasa, maka kualitas pelayanan tergantung pada
kemampuan penyedia jasa atau yang memberikan pelayanan dalam memenuhi harapan
pengguna jasa secara konsisten
Layanan
eksternal untuk konsumen berupa karyawan yang siap membantu ketika konsumen
bermasalah untuk mencari produk yang ingin dibeli. Dan ada juga Lotte Poin,
parkir gratis ketika belanja lebih dari Rp. 500.000-,, dan dapat memesan
produk-produk yang ingin dibelinya.
C.
Pembayaran
Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup
seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan
pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan
ekonomi. Sistem Pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan
sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Media yang digunakan untuk
pemindahan nilai uang tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan alat
pembayaran yang sederhana sampai pada penggunaan sistem yang kompleks dan
melibatkan berbagai lembaga berikut aturan mainnya. Kewenangan mengatur dan
menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia dilaksanakan oleh Bank
Indonesia yang dituangkan dalam
Undang Undang Bank Indonesia.
Dalam menjalankan mandat tersebut, Bank
Indonesia mengacu pada empat
prinsip kebijakan sistem pembayaran, yakni keamanan, efisiensi, kesetaraan
akses dan perlindungan konsumen. Aman berarti segala risiko dalam sistem
pembayaran seperti risiko likuiditas, risiko kredit, risiko fraud harus dapat
dikelola dan dimitigasi dengan baik oleh setiap penyelenggaraan sistem
pembayaran.
Prinsip efisiensi menekankan bahwa penyelanggaran
sistem pembayaran harus dapat digunakan secara luas sehingga biaya yang
ditanggung masyarakat akan lebih murah karena meningkatnya skala ekonomi. Kemudian
prinsip kesetaraan akses yang mengandung arti bahwa Bank
Indonesia tidak menginginkan
adanya praktik monopoli pada penyelenggaraan suatu sistem yang dapat menghambat
pemain lain untuk masuk.
Terakhir adalah kewajiban seluruh penyelenggara
sistem pembayaran untuk memperhatikan aspek-aspek perlindungan konsumen.
Sementara
itu dalam kaitannya sebagai lembaga yang melakukan pengedaran uang, kelancaran
sistem pembayaran diejawantahkan dengan terjaganya jumlah uang tunai yang
beredar di masyarakat dan dalam kondisi yang layak edar atau biasa disebut
clean money policy.
Secara garis besar Sistem pembayaran dibagi menjadi
dua jenis, yaitu Sistem pembayaran tunai dan Sistem pembayaran non-tunai.
Perbedaan mendasar dari kedua jenis sistem pembayaran tersebut terletak pada
instrumen yang digunakan. Pada sistem pembayaran tunai instrumen yang digunakan
berupa uang kartal, yaitu uang dalam bentuk fisik uang kertas dan uang logam, sedangkan pada sistem pembayaran non-tunai
instrumen yang digunakan berupa Alat pembayaran menggunakan kartu (APMK),
Cek, Bilyet Giro, Nota Debit, maupun uang elektronik.
Komponen
Sistem Pembayaran
Komponen-komponen yang membangun sebuah sistem
pembayaran terdiri dari Regulator, Penyelenggara, Infrastruktur, Instrumen, dan
Pengguna.
·
Regulator
berwenang mengatur aturan main, ketentuan, dan kebijakan yang mengikat seluruh
komponen sistem pembayaran.
·
Penyelenggara
adalah lembaga yang memastikan penyelesaian akhir dari seluruh transaksi yang
terjadi di penggunanya.
·
Infrastrukur
adalah sarana fisik yang mendukung operasional sistem pembayaran.
·
Instrumen adalah
alat pembayaran baik tunai maupun non-tunai yang disepakati oleh para pengguna
dalam melakukan transaksi.
·
Pengguna adalah
konsumen yang memanfaatkan Sistem pembayaran.
Pembayaran dapat
berupa debit atau credit, dan cash.
D.
Kontribusi
Kontribusi menjadi salah satu
istilah yang sangat sering kita dengarkan di dalam kehidupan sehari-hari, baik
dalam kehidupn bermasyarakat, organisasi, maupun kehidupan dalam lingkungan
kerja. Kotribusi menjadi hal pokok dalam sitem perekonomian dan juga sistem
pemberdayaan dalam masyarakat. Oleh karena itulah tulisan ini akan menjelasakan
tentang pengertian kontribusi.
Kontribusi
Dari
pengertian kontribusi yang disampaika jikalau dikaitkan dengan adanya tahun
2045, dimana Indonesia akan mendapat bonus demografi yang jumlah usia kerja (15
– 64 tahun) sangat tinggi sekitar 65% dari total populasi tentunya banyak hal
yang bisa dilakukan untuk berkontrubusi terhadap hal-hal yang memang bisa
menuntaskan berbagai masalah pelik, seperti korupsi yang semakin merajalela,
kemiskinan, kualitas pendidikan yang rendah, serta permasalahan sosial seperti contoh konflik
sosial horizontal antar masyarakat, peredaran narkoba,
kekerasan sosial, dan berbagai bentuk kriminalitas lainnya. Untuk mewujudkan
hal tersebut, perlu pembenahan di berbagai bidang, oleh karena itu kontribusi
dalam kebaikan sangatlah diperlukan.
Contoh Kontribusi dalam
Masyarakat
Contoh
yang diberikan dalam memperelasan kontribusi ini misalnya saja ketika di
daerah-daerah di Indonesia yang terkenal bencana alam. Pengertian bencana
alam
ini ialah bencana yang disebebkan karena kerusakan sumber daya alam, misalnya
saja ketika di Jakarta terkenal banjir. Masyarakat secara langsung dalam bentuk
pantungan memberikan kontribusinya, dengan memberi sumbangan pakaian,
buku, dan hal-hal lainnya yang diperlukana.
Manfaat Kontribusi
Adapun
mengenai manfaat dari adanya kontribusi dalam masyarakat ini, antara lain
sebagai berikut;
·
Membantu masyarakat yang kekuarangan
·
Mendorong masyarakat untuk bisa
melakukan trobosan-trobosoan baru dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupannya
·
Menumbuhkan sikap kepedulian dalam
kehidupan masyarakat.
Lotte
Mart berkontribusi dalam pelayanan penyediaan barang kebutuhan sehari-hari, dan
ada juga program untuk memajukan masyarakat Indonesia.
E.
Informasi
Informasi
yang dapat kita cari di brosur, website, iklan, dan dapat langsung datang ke
toko untuk mendatangi bagian informasi atau customer development. Bila kurang
jelas, juga dapat menghubungi call center. Secara umum informasi dapat
didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sumber dari
informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang
terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang
sering terjadi adalah transaksi perubahan dari suatu nilai yang disebut
transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda
dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Data
merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu
diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan
informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk
suara, sinyak, gambar, dsb. Data yang diolah melalui suatu model menjadi
informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu
keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang
lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sabagai
input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu
siklus. Siklus informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar
Siklus Informasi (Tata Sutabri, S.Kom., MM, 2005:21)
Kualitas
Informasi - Pengertian Informasi Menurut Para Ahli Definisi.
Kualitas
informasi ditentukan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :
·
Keakuratan dan
teruji kebenarannya.
·
Informasi harus
bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan.
·
Kesempurnaan
informasi
·
Informasi
disajikan dengan lengkap tanpa pengurangan, penambahan, dan pengubahan.
·
Tepat waktu
·
Infomasi harus
disajikan secara tepat waktu, karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
·
Relevansi
·
Informasi akan
memiliki nilai manfaat yang tinggi, jika Informasi tersebut dapat diterima oleh
mereka yang membutuhkan.
·
Mudah dan murah
·
Apabila cara dan
biaya untuk memperoleh informasi sulit dan mahal, maka orang menjadi
tidak berminat untuk memperolehnya, atau akan mencari alternatif substitusinya
(Budi Sutedjo Dharma Oetomo, 2002 : 16 -17).
·
Kualitas suatu
informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
·
Akurat, berarti
informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan
maksudnya.
·
Tepat pada
waktunya, berarti informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
·
Relevan, berarti
informasi tersebut mempunyai manfaat dari pemakainya.
F.
Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849),
“Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang
ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.”
Sementara itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan
bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang
dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada
di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu
orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga
mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.
Pengaruh
Lotte Mart pada masyarakat, yaitu pelayanan atas produk yang dijual untuk
kebutuhan hidup sehari-hari.
BAB 4
Kesimpulan Penelitian
A.
Kesimpulan
LotteMart Wholesale dahulu
bernama Makro adalah sebuah layanan perdagangan mandiri dengan
perkiraan 40,000-50,000 anggota potensial di setiap toko.
Berbelanja
di LotteMart Wholesale adalah kombinasi dari harga rendah setiap
hari, ragam variasi produk Makanan dan Non Makanan.
B. Konsep LotteMart Wholesale
·
Harga rendah,
biaya rendah.
·
Melayani diri
sendiri, belanja secara tunai.
·
Menjual berbagai
macam variasi produk makanan dan non makanan.
·
Terbuka untuk
konsumen dan institusi yang telah terdaftar.
·
Lapangan parkir
yang luas (sampai dengan 1000 mobil).
·
LotteMart
Wholesale Mail sebagai media komunikasi antara LotteMart
Wholesale dan anggotanya.
C. Keanggotaan LotteMart Wholesale
LotteMart
Wholesale dibuka hanya untuk member. Untuk berbelanja di LotteMart
Wholesale, pelanggan harus terdaftar sebagai anggota. Untuk mendaftar sebagai
anggota LotteMart Wholesale, silakan kunjungi toko LotteMart Wholesale terdekat
dan menghubungi Customer Information Service, gratis. Sembari menunggu
pemrosesan kartu, dapat langsung melakukan belanja pertama kalinya. Dapat
meminta kartu keanggotaan anda kepada Information
Customer Service setelah Anda melakukan pembelanjaan pertama.
Sebagai
anggota LotteMart Wholesale, berhak untuk menerima LotteMart
Wholesale mail. Untuk kenyamanan
Anda, silakan ikuti peraturan berbelanja di LotteMart Wholesale.
D. Visi LotteMart Wholesale
Komitmen
terbaik untuk melayani pelanggan
E. Misi LotteMart
Wholesale
Distribusi produk dengan harga
istimewa, kualitas dan varietas untuk pelanggan profesional, menawarkan
keuntungan dan kesempatan untuk berkembang.
Ini
berarti kami berusaha untuk menjadi:
Bagi pelanggan kami - sumber suplai
yang paling dapat diandalkan yang memberi mereka kesempatan untuk bersaing di
pasar mereka masing-masing. Untuk para pemasok kami - distributor dari produk
mereka dengan biaya terendah untuk jumlah nilai jual maksimum.
Sejarah LotteMart Wholesale
·
Oktober 1991:
makro Indonesia didirikan.
·
26 September
1992: toko pertama di Pasar Rebo, Jakarta Timur dibuka.
·
29 September
1993: toko kedua di Sidoarjo, Jawa Timur dibuka.
·
24 November
1993: toko ketiga di Kelapa Gading, Jakarta Utara dibuka.
·
21 Juni 1995:
toko keempat di Meruya, Jakarta Barat dibuka.
·
17 Januari 1996:
toko kelima di Bandung, Jawa Barat dibuka.
·
19 Februari
1996: toko keenam di Ciputat, Jakarta Selatan dibuka.
·
9 Oktober 1996:
toko ketujuh di Alam Sutera, Tangerang dibuka.
·
6 Januari 1997:
toko kedelapan di Cibitung, Bekasi dibuka.
·
26 September
1997: toko kesembilan di Denpasar, Bali dibuka.
·
14 Mei 1998: ada
kerusuhan di Jabotabek (Jakarta - Bogor - Tangerang - Bekasi), Meruya dan
Ciputat toko toko dijarah dan dibakar sehingga mereka tidak dapat beroperasi
lagi.
·
4 Agustus 1998:
toko Meruya kembali dibuka.
·
8 Juli
2000: toko Ciputat kembali dibuka.
·
15 Juli 2000:
toko kesepuluh di Medan, Sumatera Utara dibuka.
·
16 Mei 2001:
toko kesebelas di Semarang, Jawa Tengah dibuka.
·
14 Juni 2001:
toko keduabelas di Margomulyo, Surabaya dibuka.
·
7 Mei 2003: toko
ketigabelas di Makassar, Sulawesi Selatan dibuka.
·
27 April 2004:
toko keempatbelas di Palembang, Sumatera Selatan dibuka.
·
28 September
2004: toko kelimabelas di Pekanbaru, Riau dibuka.
·
2 Juni 2005:
toko keenambelas di Sleman, Yogyakarta dibuka.
·
15 September
2005: toko ketujuhbelas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dibuka.
·
15 Desember
2005: toko kedelapan belas di Bekasi 2, Bekasi dibuka.
·
23 Februari
2006: toko kesembilanbelas di Solo, Jawa Tengah dibuka.
·
8 Desember 2006:
toko keduapuluh di Balikpapan, Kalimantan Timur dibuka.
·
Oktober, 2008:
Menjual 100% saham kepada LotteMart
·
Tanggal 24 April
2010 : Makro berubah nama menjadi LotteMart Wholesale
Online Katalog
Lotte Mart adalah sebuah hypermarket
di Asia yang menjual
berbagai bahan makanan, pakaian, mainan, elektronik, dan barang lainnya. Lotte
Mart adalah sebuah divisi dari Lotte Co, Ltd yang merupakan salah satu makanan yang paling
umum dan layanan belanja di Korea Selatan dan Jepang. Lotte Mart, bagian
dari konglomerat Korea "Lotte", membuka cabang pertama di Guui-dong, GangByeon, Seoul, Korea Selatan pada tanggal 1 April 1998. Pada
tahun 2006, Lotte Mart membuka cabang pertama di luar negeri. Pada 8 Agustus
2011, Lotte Mart telah memiliki 199 cabang. (Di Korea 92 cabang, 82 cabang di Cina, Di Indonesia 23 cabang,
2 cabang Di Vietnam). Lotte menciptakan dan menjual termasuk Herbon, Wiselect,
Withone, Basicicon, Tasse Tasse, dan Gerard Darel.
Gambar 1
Gambar 3
Gambar 4











Komentar
Posting Komentar